• header
  • b
  • header

Selamat datang di Website SMP Negeri 1 Curug │ Terima kasih atas kunjungan Anda

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 1 CURUG

NPSN : 20603143

Jl.Sukabakti II No.07, RT. 01/05, Kel.Sukabakti, Kec.Curug, Kab.Tangerang, Prov. Banten


[email protected]

TLP : (021) 5980883


          

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 58548
Pengunjung : 33003
Hari ini : 28
Hits hari ini : 97
Member Online : 0
IP : 216.73.216.146
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Kurikulum Deep Learning




Kurikulum Deep Learning adalah sistem pembelajaran yang didesain untuk menguatkan pemahaman siswa melalui pendekatan lebih dalam. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar lebih bermakna sekaligus menyenangkan bagi siswa. Hal ini didukung oleh tiga pilar utama dalam Kurikulum Deep Learning, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyfull Learning.

Pengertian Kurikulum Deep Learning

Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menggagas perubahan Kurikulum Merdeka menjadi Kurikulum Deep Learning.
 
Kurikulum Deep Learning adalah program pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan berpikir kritis, eksplorasi, dan partisipasi aktif.
 
Menurut buku Pengantar Dasar Deep Learning karya Rometdo Muzawi, M.Kom.,CEH.,CCNA (2024:29), deep learning adalah cabang dari kecerdasan buatan (AI) dan machine learning yang memanfaatkan neural network multiple layer untuk menyelesaikan tugas dengan ketepatan tinggi.
 
Riset mengenai deep learning telah berlangsung sejak tahun 80-an, tetapi baru dikembangkan kembali setelah era serba teknologi sekarang ini. Penerapan deep learning pada komputer memungkinkan untuk mengolah data serupa dengan cara kerja otak manusia.
 
Kurikulum Deep Learning mengintegrasikan tiga elemen utama yang dikembangkan agar siswa dapat menguasai pengetahuan sekaligus mendapatkan pengalaman lebih bermakna. Berikut adalah penjelasan dan contohnya:
 

1. Mindful Learning

Mindful Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk aktif berdiskusi dan bereksperimen dengan memperhatikan kebutuhan serta potensi setiap individu.
 
Contohnya, guru diharapkan tidak hanya menyampaikan teori saat belajar sains, tetapi juga membantu siswa memahami peran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
 

2. Meaningful Learning

Meaningful Learning mengajak siswa memahami alasan di balik setiap materi yang dipelajari. Sebagai contoh, guru menjelaskan manfaat konsep matematika dalam pengelolaan keuangan atau logistik. Pemahaman ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
 

3. Joyful Learning

Joyful Learning berfokus pada kepuasan dari pemahaman mendalam, tidak hanya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Contohnya, guru mengadakan simulasi atau diskusi saat belajar sejarah agar siswa memahami konsepnya, bukan sekadar menghafal.
 
Jadi, kurikulum deep learning adalah program pembelajaran yang diatur untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui tiga aspek utama, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyfull Learning. (ALF)
 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas